1. Pengertian Akuntansi syariah
Akuntansi
syariah adalah suatu proses pencatatan akuntansi atas transaksi- transaksi yang
sesuai dengan aturan Al-Qur'an dan hadis.
2.
Persamaan
akuntansi Konvensional Akuntansi Syariah
Persamaan
antara akuntansi konvensional dengan akuntansi syariah yaitu:
a) Prinsip
pemisahan jaminan keuangan dengan prinsip unit ekonomi.
b) Prinsip
hauliyah dengan proses periode waktu atau tahun pembukuan keuangan.
c) Prinsip
Pembukuan Langsung dengan pencatatan pertanggal.
d) Prinsip
kesaksian dalam pembukuan dengan prinsip penentuan barang.
e) Prinsip
muqabalah (perbandingan) dengan prinsip perbandingan income dengan cost.
f) Prinsip
istimrariyah (kontinuitas) dengan kesinambungan perusahaan.
g) Prinsip
taudhih (keterangan) dengan penjelasan
atau pemberitahuan.
3.
Perbedaan
Akuntansi Konvensional dengan Akuntansi
Syariah
Adapun
perbedaan dari kedua sistem akuntansi tersebut menurut Husein syahatah adalah
sebagai berikut:
a. Para
ahli modern akuntansi berbeda pendapat dalam menentukan nilai dan barang untuk
melindungi barang modal pokok, sementara tidak jelasnya dan belum ditentukan
apa yang dimaksud dengan modal pokok (capital), sementara Islam memakai konsep
penilaian berdasarkan nilai tukar yang berlaku dengan tujuan melindungi modal
pokok dari segi kemampuan produksi dimasa nanti.
b. Dalam
akuntansi konvensional, modal terbagi menjadi dua katagori yaitu modal tetap
(aktiva tetap) dan modal yang beredar (aktiva lancar), sedangkan dalam Islam
berupa barang atau stok selanjutnya disebut barang milik dan barang dagang.
c. Islam
menilai uang seperti emas, perak dan barang lain yang sama hanya sebagai
perantara untuk pengukuran dan penetuan nilai atau harga.
d. Akuntansi
konvensional mempraktikkan adanya teori pencadangan dan ketelitian diri
menanggung semua kerugian dalam perhitungan, serta mengesampingkan laba
bersifat mungkin, sedangkan Islam memperhatikan itu dengan penentuan nilai atau
harga berdasar nilai tukar yang berlaku serta membentuk cadangan untuk
memungkinkan bahaya dan resiko.
e. Akuntansi
konvensional menerapkan prinsip laba universal mencakup uang dari sumber yang
membedakan antara laba dari aktivitas pokok dan lab yang berasal dari kapital
(modal pokok) dengan yang berasal dari transaksi. Sementara akuntansi syariah
juga wajib menjelaskan pendapatan yang haram jika ada dan berusaha menghindari
dana haram itu serta tidak boleh dibagi kepada mitra usaha atau di campurkan
kepada pokok modal.
f. Akuntansi
konvensional memakai laba bahwa itu akan ada ketika adanya jual beli, sementara
Islam memakai kaidah laba itu ada ketika ada perkembangan dan pertambahan pada
nilai barang baik yang terjual maupun yang belum.
4. Perkembangan Akuntansi syariah menurut
(Wiroso,2011).
a) Periode sebelum tahun
2002
Walaupun Bank Muamalat sudah beroperasi sejak tahun 1992 namun sampai
dengan tahun 2002 belum ada PSAK ( pernyataan standar akuntansi keuangan) yang
mengatur, sehingga pada periode ini masih mengacu pada PSAK 31 tentang
Akuntansi Perbankan walaupun tidak dapat dipergunakan sepenuhnya terutama
paragraf ² yang bertentangan dengan prinsip syariah seperti perlakuan akuntansi
untuk kredit. Selain itu, juga mengacu pada accounting auditing standard for
islami financial instution yg disusun oleh accounting and auditing organization
for islamic financial institution, suatu badan otonom yg didirikan pada 27
Maret 1901 di Bahrain
b) Periode 2002-2007
Pada periode ini, sudah ada PSAK 59 tentang akuntansi perbankan syariah yg
dpat dipergunakan sebagai acuan akuntansi untuk Bank umum syariah, Bank
Perkreditan Rakyat syariah dan kantor cabang syariah sebagai mana tercantum
dalam ruang lingkup PSAK tersebut.
c) Periode 2007- Sekarang
Pada periode ini, DSAK ( Dewan Standar Akuntansi Keuangan ) mengeluarkan
PSAK syariah merupakan perubahan dari PSAK 59. KDPPLKS ( Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah ) dan PSAK syariah, digunakan
baik oleh entitas syariah yang maupun entitas konvensional yang melakukan
transaksi syariah baik sektor publik maupun sektor swasta. Dengan demikian,
saat ini di Indonesia selain memiliki PSAK syariah juga ada
pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) konvergensi IFRS, SAK ETAP (
standar akuntansi keuangan - entitas tanpa akuntabilitas ) yang diluncurkan
secara resmi pada tanggal 17 Juli 2009 dan Standar Akuntansi
Pemerintahan.
5. Konsep Dasar Akuntansi Syariah
· Entitas bisnis
Entitas atau kesatuan bisnis adalah perusahaan atau lembaga yang dianggap
sebagai entitas ekonomi dan hukum yang terpisah dari pihak² yang
berkepentingan atau para pemilik nya secara pribadi.
· Kesinambungan
Suatu aktivitas akan berjalan terus
· Stabilitas daya beli
unit moneter
Uang atau alat tukar digunakan harus bersifat stabil atau tetap. Satu² nya
uang yang memungkinkan hal ini adalah uang yang memiliki bahan dasar emas
sehingga nilai nya relatif setara dengan benda.
· Periode Akuntansi
Salah satu tujuan dari akuntansi syariah adalah perhitungan zakat. Zakat
diwajibkan ketika harta telah mencapai nisab dan haul. Nisab adalah jumlahnya
sementara dan haul adalah periodenya yang merupakan setahun. Periode akuntansi
syariah mengikuti haul zakat yaitu setahun. Perhitungan dilakukan setiap akhir
tahun.

Ini sangat membantu makasih kak, ditunggu postingan-postingan selanjutnya tentang materi yang lain lagi ya kak 🙏
BalasHapusMakasih atas blog nya saya jadi cukup tau tentang konsep dasar akuntansi syariah
BalasHapus