Kamis, 10 Desember 2020

IPO ( INITIAL PUBLIK OFFERING )

IPO ( INITIAL PUBLIK OFFERING )



A. Pengertian IPO

Initial Public Offering (IPO) adalah kondisi dimana perusahan menjual sahamnya kepada masyarakat dengan tujuan memperoleh dana tambahan serta mempercepat ekspansi perusahan. Namun, ada baiknya Anda memahami lebih jauh dulu apa itu IPO serta plus minusnya sebagai investasi Anda.

Initial Public Offering atau yang biasa disingkat IPO, secara literal diartikan sebagai Penawaran Saham Perdana. Namun lebih jelasnya, IPO diartikan sebagai saham suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada masyarakat publik. Dengan kata lain, saham bukan lagi milik perorangan tapi sudah Go Public.

B. Tujuan IPO

Mengapa suatu perusahaan mau melepas atau menjual sahamnya ke publik/masyarakat? Ada berbagai macam tujuan perusahaan melakukan IPO, diantaranya adalah:

1. Mendapatkan dana murah. Perusahaan bisa mendapatkan dana dari berbagai sumber misalnya mengeluarkan obligasi, meminjam uang dari bank. Tapi kedua cara tersebut memiliki kewajiban, yaitu membayar bunga. Sedangkan kalau perusahaan melepas saham untuk mendapat dana, perusahaan tidak terbebani bunga.

2. Kinerja keuangan perusahaan lebih baik. Dengan mendapatkan dana murah tersebut, perusahaan bisa membayar utang dan memperbaiki laporan keuangannya dengan cepat.

3. Potensi pertumbuhan lebih cepat. Perusahaan bisa saja menggunakan dana internat untuk ekspansi, misalnya untuk membuka cabang. Tetapi jika memiliki dana murah, ekspansi bisa lebih cepat dan dalam jangka panjang potensi pertumbuhan perusahaan bisa lebih besar.

4. Meningkatkan citra perusahaan. Perusahaan publik akan selalu disorot media. Bila mampu dikelola dengan baik, sorotan media bisa menjadi alat marketing tidak langsung bagi perusahaan.

5. Meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Dengan go publik, nilai perusahaan berpeluang jauh meningkat di masa depan seiring dengan kenaikan harga sahamnya. Jika perusahaan dipersepsi memiliki kinerja yang baik oleh investor, maka peluang kenaikan saham juga meningkat.

 

Umumnya saham yang dilepas ke publik hanyalah sebagian kecil dari seluruh jumlah saham perusahaan. Misalnya PT Rido melepas sahamnya ke publik sejumlah 10% dari total saham. Jumlah saham yang dilepas ke publik adalah 1 juta lembar. Harga saham perdana Rp 10.000 per lembar. Maka nilai perusahaan secara keseluruhan adalah: (100 / 10) x harga saham x jumlah saham = (100/10) x Rp 10.000 x 1.000.000 = 100 miliar.

Misalnya harga saham setelah IPO meningkat menjadi Rp 20.000. Maka nilai perusahaan secara keseluruhan sekarang adalah: (100 / 10) x harga saham x jumlah saham = (100/10) x Rp 20.000 x 1.000.000 = 200 miliar. Jadi meningkatnya harga saham perusahaan setelah IPO, juga akan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

C. Mekanisme Transaksi IPO

1. Penunjukkan penjamin pelaksana emisi efek (Lead Underwritter) dan profesi serta Lembaga Penunjang Pasar Modal terdiri dari Akuntan Publik, Konsultan Hukum, Notaris, Kantor Jasa Jasa Penilai Publik, dan Biro Administrasi Efek.

2. Calon Emiten dibantu oleh Lead Underwritter dan Profesi Penunjang Pasar Modal mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI dan KSEI.

3. Pernyataan pendaftaran perusahaan yang telah dinyatakan pra-efektif oleh OJK, selanjutnya melakukan sebuah penawaran awal kepada publik lebih dikenal dengan Book Building.

4. Setelah proses Book Building dan pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif, makan calon emiten akan melakukan penawaran harga saham awal dikenal dengan istilah.

5. Calon investor bisa membeli saham awal di BAE atau perusahaan sekuritas yang dimiliki. Pemesanan lembar saham / LOT tersebut diikuti dengan pengisian saldo sesuai nominal di RDI (Rekening Dana Investor). Para peminjam dana yang mengajukan pinjaman maksimal / diuar kebutuhan baik itu menggunakan agunan SHM dan BPKB Mobil (Nominal Besar) akan memanfaatkan uang tersebut untuk menabung atau meletakkan di instrumen investasi lainnya.

6. Jumlah permintaan yang terlalu over tidak bisa diproses semua, untuk itu lead underwritter akan melakukan penjatahan atas pemesanan agar pihak yang memesan bisa ikut menikmati bagian sesuai porsinya.

7. Setelah jumlah permintaan sudah dibagi rata, sisa dana akan dikembalikan kepada masing-masing pemesan. Semua sudah selesai saham tersebut mulai dicatat dan diperdagangkan di BEI.

8. Sejak saat itulah jual beli saham sudah bisa dilakukan pada aplikasi sekuritas yang investor pilih.

 

Ada beberapa jenis IPO dalam dunia saham :

1. Saham Bluechip

2. Reputasi dan kredibiltasnya sangat bagus, produknya banyak digunakan oleh masyarakat umum dalam jangka waktu panjang sekalipun akan terjadi krisis salah satu contohnya adalah unilever.

3. Keuntungan yang dihasilkan stabil sehingga dalam jangka waktu tertentu pemilik saham akan mendapatkan dividen.

4. Saham Income

5. Pemilik saham / investor mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, biasanya badan usaha selalu mendapatkan peningkatan laba..

6. Saham Growth

7. Dikeluarkan perusahaan yang terkemuka dan merupakan perusahaan terbesar dibidangnya, tapi kadang bisa juga saham tersebut dikeluarkan perusahaan yang tidak terlalu besar.

8. Saham Spekulatif

9. Saham gorengan tidak menjanjikan keuntungan besar setiap saat, tapi tidak perlu khawatir suatu saat akan mendapatkan Profit besar.

10. Saham Counter Cyclical

11. Tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi dunia baik saat krisis tetap bisa menghasilkan profit besar. Setelah membahas pengertian IPO, tujuan dan jenis-jenis IPO sekarang kita lanjutkan ke pembahasan keuntungan dan kerugian saham IPO

 

D. Keuntungan dan Kerugian Serta Tips Membeli Saham IPO

Dari segi keuntungan mendapatkan lembar saham dengan harga sangat terjangkau dan memungkinkan memperoleh benefit tinggi dan kelonggaran masa pembelian, Kerugian membeli saham IPO ada istilah nyangkut jadi untuk para trader hal ini membuat mereka khawatir, penarikan dana menghabiskan waktu seminggu.

Indikator berikut bisa menjadi dasar untuk menganalisis saham bodong :

Jumlah lot pembelian saham IPO

Persentasiinvestor lokal dan asing wajib diketahui

CapitalGain

Dalambermain saham, seorang trader atau investor harus mengenali istilah PER

Ada tiga mekanisme IPO yang berlaku secara internasional, yakni lelang (auction), harga penawaran tetap (fixed-price offerings), dan book building. Dari tiga mekanisme tersebut, book building merupakan mekanisme yang paling umum digunakan di era modern. Menariknya lagi, dalam praktiknya, sebuah IPO dapat menggunakan dua mekanisme sekaligus. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap untuk masing-masing mekanisme IPO:

1. Mekanisme Lelang (Auction)

Dalam sebuah lelang, saham ditawarkan pada jadwal yang ditetapkan sebelumnya kepada beberapa calon pembeli; mereka akan bersaing satu sama lain untuk membeli saham yang ditawarkan. Ada dua tipe lelang IPO, yaitu single price auction dan discriminatory auction. Dalam single price auction yang juga disebut sebagai uniform price auction, semua peminat yang memenangkan lelang akan membayar harga, yang sama tidak peduli berapapun harga yang mereka pasang dalam lelang. Adapun dalam discriminatory auction yang disebut juga sebagai lelang Belanda (dutch auction), pemenang membayar efek pada harga yang mereka pasang. Pada era modern, tipe lelang Belanda pada umumnya digunakan untuk penawaran perdana obligasi pemerintah di banyak negara.

 

 

 

2. Mekanisme Harga Penawaran Tetap (Fixed-Price Offerings)

Dalam mekanisme IPO yang mengggunakan harga penawaran tetap, emiten menawarkan sejumlah saham pada harga tertentu tanpa mempertimbangkan permintaan. Setiap pemodal yang berminat harus menyebutkan jumlah saham yang mereka ingin beli pada harga itu. Jika permintaan saham melampaui jumlah yang ditawarkan atau terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed), maka bursa akan melakukan alokasi secara pro rata. Mekanisme ini cenderung menghasilkan harga penawaran rendah untuk menjamin agar emisi laku.

3. Mekanisme Book Building

 ingin melakukan IPO dengan mekanisme book building, maka perusahaan akan membutuhkan penjamin emisi yang secara tradisional akan menjamin bahwa saham yang ditawarkan akan dijual. Dengan kata lain, perusahaan menjual efek ke penjamin emisi yang kemudian menjual kembali efek itu ke dealer dan/atau masyarakat umum. Transaksi penjamin seperti ini disebut sebagai bought deal; kontrak penjaminan finansial yang sering dikaitkan dengan Penawaran Umum Perdana atau Penawaran Publik.

 

Tujuan diadakannya IPO bisa kita lihat dalam 2 aspek, yaitu :

1. Aspek Finansial : a. Untuk refinancing atau restrukturasi permodalan, yaitu meningkatkan permodalan memperbaiki struktur keuangan perusahaan (Debt Equity Ratio) b. Mengurangi Cost Of Fund c. Merupakan sumber pendanaan Jangka Panjang.

      2. Aspek Non Finansial : a. Lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat b. Meningkatkan profesionalisme c. Pemasaran perusahaan melalui ekspansi bisnis atau perluasan usaha d. Investasi baru dan e. Mengambil alih usaha lain.

 

E. Proses IPO

Langkah-langkah IPO dapat dirangkum sebagai berikut:

a. Para underwriter menyajikan proposal dan valuasi yang membahas tipe efek yang akan dikeluarkan, harga penawaran, jumlah saham, dan estimasi kerangka waktu penawaran pasar.

b. Perusahaan memilih underwriter dan menyetujui proposal secara formal. Selanjutnya mereka akan membentuk tim IPO yang akan mengoordinasi juga pengacara, akuntan, otoritas pasar modal, dan fungsi-fungsi lain yang diperlukan.

c. Tim merangkum beragam informasi terkait perusahaan untuk melengkapi dokumentasi yang diperlukan untuk IPO. Tim juga membuat bahan-bahan yang diperlukan untuk pra-penawaran saham baru terkait.

d. Perusahaan membentuk dewan direksi serta menata manajemen untuk menjamin transparansi laporan keuangan.

e. Perusahaan merilis saham-nya pada tanggal IPO. Investor publik dapat memperoleh saham yang telah dipesannnya dan dapat mulai memperdagangkannya di bursa. Sementara itu, perusahaan akan menyesuaikan neraca dan melaksanakan sejumlah provisi pasca-IPO 

1 komentar: