BAB I
PERSEKUTUAN
PERSEKUTUAN (PARTNERSHIP)
Persekutuan adalah Penggabungan diantara dua orang (badan) atau lebih untuk memiliki bersama-sama dan menjalankan suatu perusahaan guna mendapatkan keuntungan atau laba.
KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN
karekteristik persekutuan yaitu:
- Berusaha bersama-sama
- Jangka waktu terbatas
- Tanggung jawab yang tidak terbatas
- Pemilikan kepentingan dalam persekutuan
- Partisipasi (Keikutsertaan) dalam laba persekutuan
MACAM-MACAM BENTUK PERSEKUTUAN
macam -macam bentuk persekutuan yaitu :
1. Klasifikasi atas dasar jenis usaha;
- Persukutuan perdagangan
- Persekutuan non dagang
2. Klasifikasi atas dasar bentuknya;
- Persekutuan umum
- Persekutuan terbatas
- Perusahaan-perusahaan saham patungan (joint stock companies)
ISI PERJANJIAN PERSEKUTUAN
isi perjanjian persetujuan yaitu :
1. Nama persekutuan, pihak-pihak yang tersangkut dalam persekutuan, dan lokasi persekutuan.
2. Tanggal keberlakuan pendirian persekutuan dan jangka waktu kontrak.
3. Besarnya investasi dari masing-masing anggota
4. Hak dan kewajiban anggota
5. Buku-buku catatan dan laporan keuangan
6. Pembagian keuntungan
7. Hal-hal khusus yang menyangkut masalah pembebanan dan penerimaan imbalan jasa tertentu diantara para anggota, penarikan kembali modal yang disetor.
8. Assuransi jiwa, kematian salah satu anggota
9. Penyelesaian apabila ada perselisihan, dan lain-lain.
AKUNTANSI TERHADAP PENYERTAAN MODAL DALAM PERSEKUTUAN
CONTOH:
1. Tuan A,B dan C mendirikan suatu persekutuan dengan investasi masing-masing Rp.70.000; Rp.30.000; dan Rp.20.000. mereka setuju untuk membagi keuntungan atau kerugian dengan perbandingan yang sama. Apabila persekutuan mendapat laba Rp.60.000, maka rekening modal untuk masing-masing anggota menjadi sebagai berikut:
Kekayaan
Bersih Modal A Modal B Modal C
Investasi Rp.120.000 Rp. 70.000 Rp.30.000 Rp.20.000
Laba Rp. 60.000 Rp. 20.000 Rp.20.000 Rp.20.000
Jumlah Rp.180.000 Rp.90.000 Rp.50.000 Rp.40.000
2. Apabila persekutuan tersebut pada nomor 1, menderita kerugian sebanyak Rp.60.000 maka rekening modal untuk masing-masing anggota akan menjadi sebagai berikut:
Kekayaan
Bersih Modal A Modal B ModalC
Investasi Rp.120.000 Rp. 70.000 Rp.30.000 Rp.20.000
Laba (Rp. 60.000) (Rp. 20.000) (Rp.20.000) (Rp.20.000)
jumlah Rp. 60.000 Rp. 50.000 (Rp. 10.000) Rp. 0
Apabila persekutuan didirikan dengan menggabungkan beberapa perusahaan yang sudah berjalan, maka biasanya timbul beberapa persoalan, antara lain:
- Apakah melanjutkan salah satu pembukuan perusahaan terdahulu atau membentuk pembukuan tersendiri yang baru.
- Apakah perlu diadakan penilaian kembali terhadap posisi keuangan perusahaan terdahulu atau tidak.
Contoh:
Dela dan Dila sepakat mendirikan sebuah persekutuan. Dela telah memiliki sebuah perusahaan yang sudah berjalan, Dila bermaksud menanamkan modalnya dalam persekutuan sebanyak Rp.150.000.
Berikut ini adalah neraca perusahaan Dela sebelum bergabung:
Perusahaan DELA
Neraca per 31 Desember 2018
Kas Rp.80.000 Hutang dagang Rp. 90.000
Piutang dagang Rp.40.000 Modal Dela Rp.108.000
CKP Rp. 2.000
Rp.38.000
Persediaan barang dagang Rp.50.000
Supplies kantor Rp. 7.000
Meubel &
alat kantor Rp.45.000
Akm.penys Rp.22.000
Rp.23.000
jumlah Rp.198.000 Rp.198.000
========= =========
Dalam pembentukan persekutuan ini Dela meminta beberapa syarat untuk merubah posisi keuangan yang dilaporkan pada neraca per 31 Desember 2013 sebagai berikut:
a. uang kas diambil seluruhnya oleh Dela
b. piutang sebesar Rp.4.000 dianggap tidak tertagih dan harus dihapus. Cadangan kerugian piutang ditetapkan 4% dari saldo piutang yang baru.
c. persediaan barang yang ada dinilai kembali berdasar harga pasar sehingga nilainya menjadi Rp.106.400
d. nilai pengganti meubel dan alat-alat kantor sebesar Rp.60.000 dan telah disusut sebesar 50%, dan dicatat berdasar nilai sehat sebesar Rp.30.000
e. kepada Dela diberikan goodwill atas reputasi perusahaannya yang dinilai sebesar Rp.40.000
1. Jika persekutuan yang baru dibentuk melanjutkan buku perusahaan terdahulu (perusahaan Dela), maka dapat disusun jurnal sebagai berikut:
a. mencatat pengambilan uang kas oleh Dela.
Modal dela Rp.108.000
Kas Rp.108.000
b. mencatat penilaian kembali berbagai macam aktiva perusahaan Dela, sesuai dengan ketentuan yang disepakati.
CKP Rp. 1.440
Persediaan barang dagang Rp.50.000
Akm.Penys.Meubel & alat kantor Rp.22.000
Goodwill Rp. 40.000
Piutang dagang Rp. 4.000
Meubel & Alat kantor Rp.45.000
Modal Dela Rp.64.440
c. Mencatat setoran modal Dila
Kas Rp.150.000
Modal Dila Rp.150.000
2. Jika persekutuan yang baru dibentuk membuka buku baru tersendiri.
Mencatat kekayaan bersih perusahaan Dela, sebagai setoran modal kepada persekutuan.
Piutang dagang Rp. 50.000
Persediaan barang dagang Rp.106.400
Supplies kantor Rp. 7.000
Meubel & alat kantor Rp. 45.000
Goodwill Rp. 40.000
CKP Rp. 560
Hutang dagang Rp. 90.000
Modal Adi Rp. 157.840
b. Mencatat setoran modal Dila.
Kas Rp.150.000
Modal Dila Rp. 150.000
Neraca persekutuan A & B per 2 Januari 2019 menjadi sebagai berikut:
Persekutuan A &B
Neraca per 2 Januari 2014
Aktiva Lancar: Hutang dan Modal:
Kas Rp.150.000 Hutang dagang Rp. 90.000
Piutang dagang Rp.50.000
CKP (Rp. 560) Jumlah Hutang lancar Rp.90.000
Rp. 49.440
Persediaan barang dagang Rp.106.400 Modal:
Supplies kantor Rp. 7.000 Modal Dela Rp.157.840
Jumlah Aktiva Lancar Rp.312.840 Modal Dila Rp.150.000
Aktiva Tetap:
Meubel &alat kantor Rp. 45.000
Goodwill Rp. 40.000
Jumlah Aktiva Rp.397.840 Rp.397.840
========= =========
AKUNTANSI TERHADAP KEGIATAN USAHA PERSEKUTUAN
Masalah akuntansi yang spesifik:
Penentuan jumlah hak pemilikan relatif dari para anggota di dalam persekutuan.
Pembagian laba (Rugi) persekutuan.
Penyajian laporan keuangan.
Penentuan Jumlah Hak Pemilikan Relatif dari Para Anggota
Atas dasar kriteria “hubungan sebagai kreditur –debitur “ di satu pihak antara persekutuan dengan pemilik.
Dan “hak-hak para pemilik atau defisit modal di dalam persekutuan” di pihak lain.
Pembagian Laba (Rugi) di Dalam Persekutuan
Berbagai macam cara pembagian laba (rugi):
1. Dibagi sama
2. Dengan perbandingan atas dasar perjanjian
3.Dengan perbandingan penyertaan Modal
4. Mula-mula ditentukan bunga modal dari masing-masing anggota, selebihnya dibagi atas dasar perjanjian.
5. Mula-mula diberikan gaji sebagai pemilik dan bonus kepada anggota yang aktif bekerja, sisanya dibagi atas dasar perjanjian.
6. Mula-mula ditetapkan bunga untuk modal dari anggota, kemudian gaji sebagai pemilik dan bonus untuk anggota yang dianggap berjasa dan sisanya dibagi atas dasar perjanjian bersama.
Contoh:
Caca , Cici dan Cucu mendirikan persekutuan dan pada tahun 2019 mendapatkan keuntungan sebesar Rp.2.000.000.
Pada akhir tahun 2018 diketahui posisi rekening pribadi (prive) dan rekening modal masing-masing anggota adalah sebagai berikut:
Prive Caca 2018 Modal Caca 2019
1/5 Rp.200.000 2/1 Rp.3.000.000
1/4 Rp.1.000.000
Prive Cici 2019 Modal Cici 2019
31/5 Rp.350.000 2/1 Rp.4.000.000 1/6 Rp.1.000.000
Prive Cucu 2019 Modal Cucu 2019
2/1 Rp.5.000.000
1/4 Rp.8.750.000
1/8 Rp.7.750.000
15/5 Rp.450.000
1. Apabila laba (rugi) di bagi sama, maka jurnal untuk mencatat pembagian laba adalah sebagai berikut:
Laba & Rugi Rp.1.500.000
Prive Caca Rp.500.000
Prive Cici Rp.500.000
Prive Cucu Rp.500.000
2. Apabila laba (rugi) dilakukan dengan suatu perbandingan sebagai berikut:
Caca : Cici : Cucu = 3 : 5 : 7
Maka jurnalnya:
Laba & Rugi Rp.1.500.000
Prive Caca Rp.300.000
Prive Cici Rp.500.000
Prive Cucu Rp.700.000
3. Apabila pembagian laba (rugi) dilakukan sesuai dengan perbandingan penyertaan modal masing-masing anggota.
Kemungkinan yang bisa ditempuh yaitu:
a. Sesuai dengan perbandingan modal awal
b. sesuai dengan perbandingan modal rata-rata.
c. sesuai dengan perbandingan modal akhir.
JIKA
a. Sesuai dengan perbandingan modal awal
Maka jurnalnya:
Laba & Rugi Rp.1.500.000
Prive Caca Rp.375.000
Prive Cici Rp.500.000
Prive Cucu Rp.625.000
b. sesuai dengan perbandingan modal rata-rata.
Maka jurnalnya:
Laba & Rugi Rp.1.500.000
Prive Caca Rp.337.500
Prive Cici Rp.412.500
Prive Cucu Rp.750.000
Perhitungan:
Pembagian laba:
Ratio pembagian laba Hak atas laba
Caca 45/200 337.500
Cici 55/200 412.500
Cucu 100/200 750.000
Jumlah 200/200 1.500.000
Apabila pembagian laba (rugi) dilakukan dengan memperhitungkan bunga modal untuk masing-masing penyertaan dan sisanya dibagi dengan perbandingan Caca : Cici : Cucu = 2 : 2 : 1, bunga modal ditentukan sebesar 6% setahun dari modal rata-rata.
Perhitungan bunga modal untuk: (lihat perhitungan modal rata-rata)
Caca = 6% x 45.000.000/12 = 225.000
Cici = 6% x 55.000.000/12 = 275.000
Cucu = 6% x 100.000.000/12 = 500.000
Pembagian laba:
Caca Cici Cucu Jumlah
Bunga modal 225.000 275.000 500.000 1.000.000
Sisa Laba 200.000 200.000 100.000 500.000
Jumlah 425.000 475.000 600.000 1.500.000
Maka jurnalnya:
Laba & Rugi Rp.1.500.000
Prive Caca Rp.425.000
Prive Cici Rp.475.000
Prive Cucu Rp.600.000
5. Apabila pembagian keuntungan dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan gaji para pemilik yang setiap biulannya Caca, Cici dan Cucu, masing-masing menerima Rp.27.500, Rp.25.000, Rp.22.500. sedang sisanya dibagi sama.
Perhitungan gaji:
Caca = Rp.27.500 x 12 = Rp.330.000
Cici = Rp.25.000 x 12 = Rp.300.000
Cucu = Rp.22.500 x 12 = Rp.270.000
Pembagian laba:
Caca Cici Cucu Jumlah
Gaji pemilik 330.000 300.000 270.000 900.000
Sisa Laba 200.000 200.000 200.000 600.000
Jumlah 530.000 500.000 470.000 1.500.000
Maka jurnalnya:
Laba & Rugi Rp.1.500.000
Prive Caca Rp.530.000
Prive Cici Rp.500.000
Prive Cucu Rp.470.000
6. Apabila pembagian keuntungan disetujui dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
Bunga modal ditetapkan 6% dari modal rata-rata.
Untuk Caca sebagai anggota yang memimpin diberi bonus 20% dari keuntungan sesudah dikurangi bonus, sedangkan Cici yang membantu secara part time diberikan bonus 1/5 dari bonus Caca.
Sisanya dibagi dengan perbandingan 2 : 2 : 1
Perhitungan bonus:
Laba bersih Rp.1.500.000
Bonus 20% dari laba sesudah dikurangi bonus.
Jadi: 100% + 20% = Rp.1.500.000
120% = Rp.1.500.000
20% = Rp.250.000
Pembagian laba:
Caca Cici Cucu Jumlah
Bunga modal 225.000 275.000 500.000 1.000.000
Bonus 250.000 50.000 – 300.000
Sisa Laba 80.000 80.000 40.000 200.000
jumlah 555.000 405.000 540.000 1.500.000
Maka jurnalnya:
Laba & Rugi Rp.1.500.000
Prive Caca Rp.555.000
Prive Cici Rp.405.000
Prive Cucu Rp.540.000
MASALAH GAJI PEMILIK DAN BUNGA MODAL
Di dalam akuntansi
Gaji pemilik dan Bunga modal (sendiri) TIDAK DIAKUI SEBAGAI BIAYA (USAHA) bagi perusahaan, karena pada umumnya jumlah-jumlah tersebut ditentukan secara sepihak dan bukan atas dasar transaksi yang obyektif.
LAPORAN KEUANGAN PADA PERSEKUTUAN
Contoh:
PERSEKUTUAN A & B
LAPORAN LABA-RUGI
PER 31 DESEMBER 200X
Penjualan bersih xxx
Harga Pokok Penjualan xxx
Laba kotor xxx
Biaya usaha:
Gaji karyawan xxx
Biaya bunga atas hutang kepada A xxx
Macam-macam biaya usaha xxx
xxx
Laba bersih xxx
Pembagian laba: A B Jumlah
Gaji pemilik xxx xxx xxx
Bunga atas modal xxx xxx xxx
Sisa laba xxx xxx xxx
xxx xxx xxx
PERSEKUTUAN A & B
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
PER 31 DESEMBER 200X
A B Jumlah
Saldo awal, per 1 Januari xxx xxx xxx
Laba tahun ini (200x) xxx xxx xxx
xxx xxx xxx
Pengambilan Prive (xxx) (xxx) (xxx)
Saldo akhir, per 31 Desember xxx xxx xxx
NERACA
Neraca persekutuan tidak berbeda dengan neraca perusahaan-perusahaan pada umumnya.
Kecuali penyajian pada sisi passiva di dalam neraca persekutuan menggunakan dasar “konsep pemilik” dengan menunjukkan hak pemilikan tiap-tiap anggota.
BAB II
PERSEKUTUAN
Pembubaran Karena Perubahan Pemilik
Hal-hal Yang Menyebabkan Terjadinya Pembubaran Persekutuan
1. Pembubaran karena tindakan sekutu, meliputi:
a. Berakhirnya jangka waktu yang ditentukan dalam perjanjian atau tercapainya tujuan.
b. Persetujuan bersama.
c. Pengunduran diri seorang sekutu.
2. Pembubaran karena ketentuan Undang-undang.
3. Pembubaran atas dasar keputusan pengadilan.
PERSOALAN AKUNTANSI DALAM PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
A. Masalah masuknya seorang atau lebih sekutu baru.
B. Pengunduran diri seorang sekutu.
C. Kematian seorang sekutu.
D. Penyatuan dan atau perubahan bentuk badan usaha.
Masuknya Seorang atau Lebih Sekutu Baru.
Seseorang yang akan masuk ke dalam persekutuan dapat memasukkan modal dengan cara:
A. Membeli sebagian atau seluruhnya dari bagian modal (penyertaan) seorang atau lebih sekutu lama (tidak ada kekayaan baru yang diterima oleh persekutuan).
B. Menanamkan kekayaan pada persekutuan, sehingga kekayaan persekutuan bertambah
Pembukuan di dalam persekutuan, terbatas pada pemindahan saldo rekening modal pihak penjual ke rekening pihak pembeli.
Transaksi pembayaran antara pihak pembeli kepada pihak penjual merupakan transaksi pribadi pemilik dan tidak perlu dicatat oleh persekutuan.
Contoh:
A & B adalah anggota persekutuan yang membagi laba (rugi) dengan perbandingan yang sama. Berikut ini neraca persekutuan A & B pada akhir tahun buku 2019.
“Persekutuan A & B”
Neraca per 31 Desember 2019
Macam-macam Aktiva Rp.60.000.000 Macam-macam hutang Rp.2.000.000
Modal A Rp.40.000.000
Modal B Rp. 18.000.000
Jumlah Aktiva Rp.60.000.000 Jumlah Hutang dan Modal Rp. 60.000.000
============ ===========
Pada saat itu C ingin masuk dalam keanggotaan persekutuan dengan membeli 1/2 bagian hak penyertaan A & B dengan membayar sebesar Rp.20.000.000.
Tanpa memperhatikan berapa besarnya pembayaran oleh C kepada A & B
Maka jurnalnya sebagai berikut:
Modal A Rp.10.000.000
Modal B Rp.10.000.000
Modal C Rp.20.000.000
Dengan masuknya C di dalam persekutuan hanya komposisi hak penyertaan masing-masing anggota yang berubah, sedang jumlah totalnya tidak berubah, seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Sebelum masuknya C Setelah C masuk
Modal A Rp. 40.000.000 Rp. 30.000.000
Modal B Rp. 18.000.000 Rp. 8.000.000
Modal C - Rp. 20.000.000
Modal persekutuan Rp.58.000.000 Rp. 58.000.000
B. SUATU INVESTASI DENGAN MEMBERIKAN BONUS ATAU GOODWILL KEPADA SEKUTU LAMA.
BONUS
Misalkan, A & B adalah anggota persekutuan dengan modal masing-masing sebesar $ 15.000 dan $15.000, serta membagi laba (rugi) dengan sama. C diterima masuk sebagai sekutu baru dengan investasi sebesar $18.000 untuk memperoleh kepentingan sebesar 1/4 atau 25% dari modal persekutuan yang baru.
Kelebihan setoran modal C merupakan bonus yang dibagikan kepada pemilik lama sesuai dengan ketentuan pembagian laba (rugi).
Perhitungan :
Jumlah modal persekutuan sebelum C masuk $30.000
Setoran modal C $18.000
Jumlah modal persekutuan yang baru $ 48.000
======
Modal C dinilai 25% dari modal persekutuan yang baru ; 25% x $48.000 = $12.000
Setoran modal C $18.000
Bagian modal yang diperhitungkan $12.000
Bonus untuk sekutu lama $ 6.000
Bagian bonus untuk A & B masing-masing sebesar $ 3.000.
Maka jurnalnya:
Kas $18.000
Modal A $ 3.000
Modal B $ 3.000
Modal C $12.000
GOODWILL
Misalkan, dari contoh di atas sekutu C menyatakan bahwa perkiraan modalnya melaporkan investasi sebenarnya – sebesar $18.000 untuk 25% dari modal persekutuan yang baru.
Sehingga:
Modal persekutuan yang baru harus berjumlah: 100/25 x $18.000 = $72.000
Jumlah modal anggota pemilik lama $30.000
Ditambah setoran modal C $18.000
($48.000)
Jumlah Goodwill yang harus dibentuk $ 24.000
Goodwill tersebut dibagi diantara sekutu lama sesuai dengan perbandingan Laba (rugi); masing-masing mendapat $12.000.
Adapun jurnalnya:
Pembentukan Goodwill:
Goodwill $12.000
Modal A $ 6.000
Modal B $ 6.000
Setoran modal C:
Kas $18.000
Modal C $18.000
C. SUATU INVESTASI DENGAN MEMBERIKAN BONUS ATAU GOODWILL KEPADA SEKUTU BARU.
BONUS
Misalkan, A & B adalah anggota persekutuan dengan modal masing-masing sebesar $15.000 dan $15.000, serta membagi laba (rugi) dengan sama. C diterima masuk sebagai sekutu baru dengan investasi sebesar $18.000 untuk memperoleh kepentingan sebesar 40% dari modal persekutuan yang baru. Besar kelebihan kepentingan yang diberikan kepada C atas investasinya dapat dipertimbangkan sebagai bonus untuk C karena jasa-jasanya.
Perhitungan
Saldo modal sebelum C masuk $30.000
Setoran mosal C $18.000
Jumlah $48.000
Hak penyertaan sekutu C 40% dari saldo modal yang baru :
40% x $48.000 = $19.200
Setoran modal C $18.000
Bonus kepada C $ 1.200
Bonus tersebut dikurangkan dari modal sekutu lama sesuai dengan perbandingan laba (rugi), masing-masing sebesar $600.
Jurnalnya:
Kas $16.800
Modal A $ 600
Modal B $ 600
Modal C $ 18.000
GOODWILL
Misalkan, dari contoh di atas sekutu A & B tidak menghendaki modal mereka dikurangi, sehingga saldo modal sekarang dapat digunakan sebagai dasar penentuan goodwill.
Sehingga:
Modal persekutuan yang baru adalah: 100/60 x $90.000 = $.150.000
Modal C dihitung 40% x $150.000 = $60.000
Maka jurnalnya:
Kas $18.000
Goodwill $42.000
Modal C $60.000
PENENTUAN ADANYA BONUS DAN GOODWILL APABILA TIDAK ADA PERNYATAAN TERTENTU
Bagian hak penyertaan sekutu baru x Saldo modal pemilik lama + Setoran modal sekutu baru < => Setoran modal sekutu baru
Apabila <, berarti terdapat goodwill atau bonus kepada sekutu lama.
Apabila =, berarti tidak ada goodwill atau bonus yang dibentuk.
Apabila >, berarti terdapat goodwill atau bnus kepada sekutu baru.
PENYELESAIAN PENGUNDURAN DIRI SEORANG SEKUTU
Pengunduran diri seorang sekutu atau lebih penyelesaiannya dapat dilakukan dengan cara:
Bagian penyertaan sekutu yang mengundurkan diri dijual kepada sekutu yang lain atau sekutu yang baru.
Bagian penyertaannya dikembalikan dalam bentuk uang tunai atau harta kekayaan lainnya sesuai dengan perhitungan bagian penyertaannya.
Untuk dapat menentukan bagian penyertaan yang harus dikembalikan kepada anggota yang mengundurkan diri biasanya diadakan penilaian kembali harta kekayaan yang ada.
Sehingga:
Pembayarannya dapat lebih tinggidari saldo modalnya, atau
Pembayarannya dapat lebih rendah dari saldo modalnya.
JIKA Pembayarannya lebih tinggi dari saldo modalnya.
Hal ini terjadi apabila penilaian kembali kekayaan perusahaan ternyata lebih tinggi dari apa yang tercatat dalam buku.
Dengan demikian anggota yang akan meneruskan usaha berani memberikan bonus atau goodwill kepada anggota yang mengundurkan diri.
Pemberian Bonus
Contoh:
1. A, B dan C adalah anggota persekutuan yang mempunyai saldo modal masing-masing Rp.700.000. perjanjian perbandingan pembagian keuntungan adalah 50%, 25%, 25%.
C menyatakan mengundurkan diri, para anggota setuju untuk membayar kepada C sebanyak Rp.730.000. Kelebihan pembayaran kepada C diberikan sebagai bonus.
JURNAL untuk mencatat transaksi tersebut:
Modal C Rp.700.000
Modal A Rp.20.000
Modal B Rp.10.000
Kas Rp.730.000
Pembentukan goodwill
Misalnya dari contoh di atas, A dan B tidak ingin saldo modalnya dikurangi, oleh karena itu kelebihan Rp.30.000 yang akan diterima C dibayarkan sebagai perwujudan adanya goodwill yang dibentuk.
Godwill dapat dibentuk untuk keseluruhan anggota atau untuk anggota yang mengundurkan diri saja.
JIKA goodwill dibentuk untuk seluruh anggota, maka jurnalnya:
Pembentukan goodwill
Goodwill Rp. 620.000
Modal A Rp. 420.000
Modal B Rp. 100.000
Modal C Rp. 100.000
Pembayaran kepada C
Modal C Rp. 620.000
Kas Rp. 620.000
JIKA goodwill dibentuk hanya kepada anggota yang mengundurkan diri saja, maka jurnalnya adalah:
Modal C Rp.700.000
Goodwill Rp 30.000
Kas Rp. 730.000
JIKA Pembayarannya lebih rendah dari saldo modalnya.
Pemberian Bonus
Misalnya pada contoh di atas, C menyetujui untuk menerima Rp.670.000 guna menyelesaikan pengunduran diri dari jumlah penyertaan sebesar Rp.700.000. Jika perbedaan sejumlah Rp.30.000 dihitung sebagai bonus untuk anggota yang melanjutkan usaha, maka JURNAL untuk mencatat pengunduran diri C adalah:
Modal C Rp. 700.000
Kas Rp.670.000
Modal A Rp.20.000
Modal B Rp.10.000
Pembentukan Goodwill
Misalkan dalam buku persekutuan memperlihatkan adanya sejumlah goodwill, dan C bersedia menerima lebih kecil dari saldo modalnya, sebab saldo modalnya itu mereflesikan adanya goodwill tersebut.
Maka jurnal pengunduran diri C adalah:
Modal C Rp. 700.000
Goodwill Rp. 30.000
Kas Rp. 670.000
PENYELESAIAN DENGAN ADANYA KEMATIAN SEORANG ANGGOTA
Para anggota persekutuan dapat mengadakan penyelesaian sebagai berikut:
Dengan pembayaran dari harta persekutuan.
Dengan pembayaran oleh salah seorang anggota yang ada yang bersedia membeli bagian penyertaan anggota yang meninggal.
Dengan pembayaran dari hasil assuransi persekutuan dengan pembelian bagian penyertaan anggota yang meninggal oleh anggota yang masih ada.
PELEBURAN SUATU PERSEKUTUAN KE DALAM BENTUK PERSEROAN
Proses akuntansi bagi perseroan yang baru:
Apakah melanjutkan buku persekutuan, atau;
Membuka buku-buku yang baru.
JIKA melanjutkan buku persekutuan
Pencatatan harus menunjukkan adanya:
a. Perubahan nilai aktiva, hutang dan bagian penyertaan masing-masing anggota sebelumnya kepada bentuk perseroan.
Untuk mencatat perubahan-perubahan nilai aktiva dan hutang itu dapat melalui sebuah rekening antara yang dinamakan “Rekening penyesuaian modal”.
b. Pembagian keuntungan (kerugian) karena penilaian kembali ke masing-masing modal anggota.
c. Pengeluaran saham-saham untuk masing-masing anggota.
JIKA membuka buku-buku yang baru
Pencatatan yang harus dilakukan:
a. Penyesuaia aktiva dan bagian penyertaan para anggota.
b. Pemindahan aktiva dan hutang ke dalam perseroan.
c. Penerimaan saham-saham sebagai pembayaran terhadap kekayaan bersih yang dipindahkan.
d. Pembagian saham kepada anggota pemilik.
Contoh:
A dan B adalah anggota persekutuan yang membagi laba (rugi) dengan perbandingan yang sama. Mereka memutuskan untuk melebur persekutuannya menjadi sebuah perseroan dengan modal statutair yang terbagi dalam 900 lembar saham biasa nominal Rp.1.000 per lembar.
Posisi keuangan persekutuan sebelum diadakan peleburan adalah sebagai berikut:
Persekutuan A dan B
Neraca per 31 Desember 2010
AKTIVA HUTANG DAN MODAL
Kas Rp. 8.000 Hutang dagang Rp. 80.000
Piutang dagang Rp.60.000 Wesel bayar Rp. 30.000
CKP (Rp.2.000) Jumlah Hutang Rp. 110.000
Rp. 58.000
Modal A Rp.167.000
Persediaan brg dagang Rp.120.000 Modal B Rp.147.000
Gedung Rp.150.000 Jumlah Modal Rp.314.000
Akm.Peny.Gedung(Rp.30.000)
Rp.120.000
Tanah Rp. 60.000
Jumlah Aktiva Rp.424.000 Jumlah Hutang dan Modal Rp.424.000
Sebelum diadakan peleburan persekutuan menjadi perseroan, A dan B menghendaki agar ada penilaian kembali terhadap beberapa jenis aktiva, sebagai berikut:
- piutang dagang Rp.36.000
- gedung Rp.130.000
- Tanah Rp.84.000
JURNAL jika melanjutkan buku persekutuan:
1. Penyesuaian rekening dan penilaian kembali aktiva.
Tanah Rp.24.000
Akm. penys. Gedung Rp.10.000
Cad. Kerugian Piutang Rp. 4.000
Rekening penyesuaian modal Rp.30.000
2. Pembagian keuntungan (kerugian) karena penilaian kembali.
Rekening penyesuaian modal Rp.30.000
Modal A Rp.15.000
Modal B Rp.15.000
3. pengeluaran saham-saham untuk A dan B
Modal A Rp.167.000
Modal B Rp.147.000
Modal saham Rp.314.000
Neraca perseroan yang baru akan menjadi sebagai berikut:
PT. ABC
Neraca, per 1 Januari 2011
AKTIVA HUTANG DAN MODAL
Kas Rp. 8.000 Hutang dagang Rp. 42.000
Piutang dagang Rp.60.000 Wesel bayar Rp. 40.000
CKP (Rp. 6.000) Jumlah Hutang Rp. 82.000
Rp. 54.000
Persediaan brg dagang Rp.120.000 Modal saham Rp.314.000
Gedung Rp.150.000 Jumlah Modal Rp.314.000
Akm.Peny.Gedung (Rp.20.000)
Rp.130.000
Tanah Rp. 84.000
Jumlah Aktiva Rp.396.000 Jumlah Hutang & Modal Rp.396.000
JURNAL jika membuka baru tersendiri:
Pencatatan pada waktu persekutuan A dan B ditutup.
Piutang perseroan Rp.314.000
Hutang dagang Rp. 42.000
Wesel bayar Rp. 40.000
Cad.Kerugian Piutang Rp. 6.000
Akm.Penys. Gedung Rp. 20.000
Kas Rp.8.000
Piutang dagang Rp.62.000
Persediaan brg dagang Rp.120.000
Gedung Rp.150.000
Tanah Rp.84.000
2. A dan B menerima saham dari perseroan.
Modal A Rp.167.000
Modal B Rp.147.000
Piutang perseroan Rp.314.000
3. Pemindahan aktiva dan hutang persekutuan A dan B (dalam buku baru).
Kas Rp. 8.000
Piutang dagang Rp. 60.000
Persediaan brg dagang Rp.120.000
Gedung Rp.150.000
Tanah Rp. 84.000
Hutang dagang Rp. 42.000
Wesel bayar Rp. 40.000
Cad.kerugian piutang Rp. 6.000
Akm.penys. Gedung Rp. 20.000
Hutang A danB Rp.314.000
4. Perseroan mengeluarkan saham-saham untuk A dan B (dalam buku baru).
Hutang A dan B Rp.314.000
Modal saham Rp.314.000
Lengkap sekali materi pembahasan nya
BalasHapus