a. PENGERTIAN PASAR MODAL
Pasar yang merupakan sarana bagi perusahaan dan pemerintah untuk memperoleh
dana jangka panjang dengan cara menjual saham atau obligasi (capital market).
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan
jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti
(saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal
merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya
pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian,
pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan
kegiatan terkait lainnya.
Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan
perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar
Modal menyediakan berbagai alternatif bagi para investor selain alternatif
investasi lainnya, seperti: menabung di bank, membeli emas, asuransi, tanah dan
bangunan, dan sebagainya. Pasar Modal bertindak sebagai penghubung.
b. A. Perkembangan
pasar modal di indonesia
Inarno menjelaskan pergerakan IHSG
dan nilai transaksi turun signifikan pada Maret 2020. Saat itu, setelah
Presiden Joko Widodo menyampaikan di sudah ada satu orang yang positif
terinfeksi virus Covid-19.
Sementara dari eksternal, pada saat
yang sama wabah corona meluas ke berbagai negara. Ini membuat investor global
dan domestik merespons negatif pasar keuangan baik di dalam negeri maupun luar
negeri.
“Situasi ketidakpastian terus
berjalan sampai saat IHSG sentuh level terendah pada hari Selasa, 24 Maret
2020, indeks turun 37.49 persen dibanding posisi akhir tahun lalu, dan semoga
ini menjadi puncak penurunan terdalam di tahun ini,” kata Inarno.
Inarno menyampaikan, koreksi IHSG
terdalam sepanjang sejarah sebesar minus 50,6 persen. Itu terjadi saat krisis
keuangan global 2008 yang disebabkan kasus Subprime Mortgage di AS.
“Meskipun kita lihat indeks
mengalami penurunan, aktivitas perdagangan cukup baik. Rata rata perdagangan
Maret Rp 7,9 triliun per hari, meningkat dari Januari dan Februari,” ujar
Inarno.
Secara sektoral, Inarno memaparkan,
terjadi penurunan di seluruh indeks sektoral, tertinggi pada harga saham di
sektor aneka industri, sebesar -40,60 persen. Ini terjadi dengan penurunan
harga saham perusahaan besar di aneka industri, salah satunya saham PT Astra
Internasional Tbk (ASII).
Harga saham ASII tercatat turun 40
persen dari sebelumnya. Selain itu, dari penurunan nilai kapitalisasi pasar
tertinggi terjadi pada sektor keuangan. Nilai kapitalisasi pasar sektor ini
turun sebesar Rp 708 triliun.
Dalam situasi yang penuh
ketidakpastian tersebut, investor asing keluar dari pasar saham domestik dan
beralih ke instrumen investasi yang berkarakter safe haven.
Menurut catatan BEI, terjadi net
sell Rp 14,87 triliun selama periode yang sama. Periode terbesar penarikan dana
asing di bursa saham Indonesia terjadi pada akhir Februari hingga April 2020.
c. B. Perkembangan Pasar Modal di Dunia
Peneliti Senior PT Bursa
Efek Indonesia Poltak Hotradero mengungkapkan bahwa pasar modal akan
menghadapi risiko terjadinya resesi dunia. Akan tetapi, risiko tersebut dalam
tren menurun bila melihat angka pertumbuhan, tingkat pengangguran dan respons
bank sentral Amerika.
"Namun melemahnya pertumbuhan
ekonomi di banyak negara mulai dari China dan India hingga kawasan Eropa akan
cukup berpengaruh terhadap Indonesia dan arus investasi ke Indonesia,"
ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (25/12/2019).
Senada, Bank Indonesia mencatatkan
pertumbuhan ekonomi dunia melambat, akan tetapi ketidakpastian pasar keuangan
global menurun. Terdapat sejumlah perkembangan positif terkait dengan
perundingan perang dagang antara AS-Tiongkok serta proses keluarnya Inggris
dari Uni Eropa (Brexit), meskipun sejumlah risiko geopolitik masih berlanjut.
Onny memprakirakan bahwa PDB AS dan
Tiongkok melambat dipengaruhi terbatasnya stimulus dan dampak pengenaan tarif
yang sudah terjadi. Ekonomi India juga menurun dipengaruhi konsolidasi di sektor
riil dan sektor keuangan, baik bank maupun nonbank.
Di sisi lain, perbaikan mulai
terlihat pada Eropa dan Jepang, meskipun masih relatif terbatas, ditopang
permintaan domestik yang membaik. Kemajuan dalam perundingan perdagangan antara
AS-Tiongkok juga berdampak pada menurunnya risiko di pasar keuangan global
serta mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing ke negara berkembang.
d. C. Perbandingan pasar modal di Indonesia dan Dunia sebelum maupun setelah New
normal.
Kasus Covid19 pertama kali di Indonesia
diumumkan pada 2 Maret 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah
terjadi perbedaan yang signifikan dari harga saham dan volume transaksi saham
karena adanya pandemi covid-19 (studi
kasus pada PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk). Data penelitian ini diambil 31
hari sebelum dan 31 hari setelah diumumkannya kasus pertama covid-19 di
Indonesia. Data diolah dengan paired sample t-tes, dengan menggunakan SPSS
versi 20. Dari hasil pengolah data, menunjukkan terjadi perbedaan signifikan
pada harga saham sebelum dan sesudah diumumkannya kasus pertama covid-19 di
Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikasi 0,00 < 0,05. Dimana
harga saham mengalami penurunan dibandingkan sebelum adanya kasus covid-19.
Sedangkan untuk volume transaksi saham juga menunjukkan perbedaan yang
signifikan. Dimana nilai signifikasinnya 0,01 < 0,05. Volume transaksi saham
sesudah pengumuman menunjukkan nilai yang meningkat
Blog ini sangat bagus saya menjadi lebih mengerti tentang perkembangan pasar modal di Indonesia dan di dunia disaat pandemi corona ini
BalasHapusTerimakasih atas ilmu pengetahuan nya saya menjadi mengerti tentang perkembangan pasar modal
BalasHapusIni sangat bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu bagi saya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih atas ilmunya yaaa
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusSangat bagus dan bermanfaat
BalasHapus